teman imaji

Invisible yet not Impossible. I exist.

Cia, Jia-Jia, dan Kai-Kai

Hari ini menyenangkan sekali. Akhirnya, setelah hampir 5 th tinggal di Singapura, saya ke kebun binatang Singapura.
Dalam kesempatan ini, hanya mengunjungi River Safari.
Yang paling mengesankan adalah dua ekor panda yg lucu bernama Jia-Jia dan Kai-Kai.
Jia-Jia bak putri Tiongkok nan lembut dan pemalu. Sedang Kai-Kai sepertinya sangat santai dan cuek.

image

Yang lebih menyenangkan lagi, saya mengamati Kai-kai dan Jia-Jia bersama tamu cilik saya yg bernama Cia. Cia bilang Jia-Jia itu panda yg lucu sekali karena selain juga pemalu dan suka ketenangan seperti Cia, kudapan kesukaannyapun seperti Cia, yaitu wortel segar.
Cia juga tertawa renyah ketika saya latah dan salah menyebut nama Cia dan berkali-kali memanggil Cia dengan “Jia-Jia”.

image

Besok malam Cia bersama mama Cia akan berangkat kembali terbang ke Groningen..dan saat menulis ini saya sudah merasa kangen.

image

Advertisements

Mosses

Recently, I am so fascinated by this nonvascular oldest kind of plants on earth.
I think, they are simply beautiful.
Even when the wood-caretakers deliberately against my opinion, especially about this goldy yellow moss: one of the invasive kinds. They said it’s ugly and they are going to eliminate them. 😦

image

image

And here is a picture of the green mosses carpeting the shade of a big tree. Down under is home to thousands (millions?) Ants. They left their drops almost all over the moss-carpet. It’s rather not easy to take out Ants ‘poop’ out of the frame…but well, I guess I managed it..haha!
image

Pictures taken by HTC sensation XL. ISO 100. Natural daylight mode.

Solitaire (?)

Ah well…
“Alone or not alone” is not the question here, nor “lonely or not lonely”
.
.
.
I only wonder how this very corner of the park never fail to provide me with such inspiration…no matter which season I choose to give a visit.

….dan ngomong-ngomong..itu bebek nggak sendirian kok. Teman dan keluarganya banyak banget di dekat semak-semak. Sudah nasibnya saja sejenak mencelat dari kawanan teman2nya yg banyak di pinggiran empang beku di pengkolan Stephanplatz.
Sebentar saja, sekadar untuk memberi kesempatan membidik.

Dan demikianlah, wujud belas kasihan Tuhan pada si fotografer ponsel, bebek itupun ditakdirkan bermanfaat mengisi komposisi puisi berbingkai ranting-ranting kaku, dalam jepretan kamera.
HTC sensation XL. Contrasted. Watermarked.

image

Winter Color

Sudut taman kota bersemu merah jambu, walau tema general musim dan cuaca harusnya masih dingin hitam dan kelabu.
Saya tak kenal betul apa nama semak itu. Namun buahnya yang kecil-kecil seukuran kuku, menarik hati.

Foto ini adalah sebuah pencapaian sederhana, yg besar artinya bagi saya. Foto ini membuat saya riang seharian. Meloncat gembira sembari meninjukan kepalan jari yg nyaris beku adalah ekspresi kegembiraan bahwa sekali lagi saya bisa memotret macro dengan ‘bokeh’ yg cukup kentara, walau dengan kamera ponsel.

Godaan dari diri sendiri untuk mengedit tak saya gubris sedikitpun. Sesekali, ingin juga rasanya berbagi hasil foto yg sekali jepret langsung jadi.

Kembali mengingatkan diri bahwa esensi fotografi bukanlah mengedit dengan software tapi membidik dan berhasil sekali tembak dengan kamera.

Demikianlah “Winter Color from the Beloved City Park” saya sajikan di sini. Fresh from my HTC sensation XL. NO EDITING. (Watermarking).

image

Planten un Blomen, Winter 2012

image

Winter 2012

image

image

image

Graffiti that atracts like gravity

Just an ordinary path, along a cold cold way.

Winter in Hamburg 2012

An afternoon walk at – 5 degree Celcius.
I think, it is the time for me to buy a real camera or get a pair of gloves with micro conductor if I still want to take pictures with my touch screen HTC mobile in winter.

Watch “Gym Class Heroes: The Fighter ft. Ryan Tedder [OFFICIAL VIDEO]” on YouTube

FD

Test posting foto

Latihan Penyelematan Diri di Dept. Pemadam Kebakaran, Ikebukuro, Tokyo

Perpanjangan Durasi Lomba Menulis Tentang Xenophobia 2012

Tanggal 7 Agustus 2012 ini sunguh merupakan hari yang menjengkelkan bagi semua blogger MP. Tidak terkecuali saya. Ternyata pengadaan kegiatan lomba menulis tentang Xenophobiapun tak lepas dari pengaruh hal ini.

Oleh karena itu, mengingat:
1. Tujuan saya mengadakan lomba menulis tentang Xenophobia adalah mengajak partisipasi aktif teman-teman MP untuk berbagi dan belajar bersama;

2. Sementara itu adanya aksi solidaritas mogok ngempi selama 72 jam dalam rangka aksi protes terhadap keputusan MP menutup fitur sosial medianya sehingga proses partisipasi aktif pada no 1 tersebut tidak akan dapat dicapai dengan maksimal;

Maka:
Dengan ini saya memutuskan untuk memperpanjang durasi penyelenggaraan lomba dan mengundur batas pendaftarannya menjadi 72 jam mendatang, terhitung mulai dari tengah malam nanti pergantian antara tgl 7 Agustus 2012 ke 8 Agustus 2012.

Demikianlah pengumuman ini saya buat, atas perhatian dan permaklumannya, saya ucapkan banyak terima kasih.

Salam,
Wayan Lessy